Postingan

Everything

Thanks Kau memanglah bukan rumah untuk ku berlindung, Tapi kau memberikan ku perlindungan Kau bukanlah ibu tempatku mengadu, Tapi kau selalu menjadi pendengar keluh kesah ku Waktuku waktumu juga, Tapi waktumu bukan waktuku Kau selalu memikirkan ku Kau sealu luangkan waktumu untuk ku Kau selalu ada di setiap suka duka ku Kau selalu datang disaat-saat duka ku Seperti cahaya yang menerangi kegelapan Kau cahayaku yang membantuku menemukan jalan keluar Cahaya yang setia menemaniku mencapai semua yang aku inginkan Cahaya yang menemaniku bediri pada tahap ini Terimakasih, telah menemaniku sampai sejauh ini Kini bukan saatnya aku diterangi oleh cahaya mu, Tapi kini aku yang akan menjadi cahaya, Cahaya yang menerangi diriku sendiri -Dyfari-

Bothering

Kamu Aku datang kamu tidak menyambut Aku datang kamu tidak menyapa Aku menyapa kamu datang Kamu berbicara, aku mendengarkan Aku berbicara, kamu mendengarkan Kamu berbicara, aku mendengarkan Aku berbicara, kamu mendengarkan Saling berkomunikasi, saling memberi saran Menghadirkan sebuah rasa nyaman Menghadirkan rasa hangat yang seharusnya tidak datang Apakah kamu juga? Atau hanya aku yang kedatangan rasa hangat itu? Membuat ku merasa nyaman, Membuatku merasakan rasa hangat itu Yang seharusnya tidak aku rasakan Tidakkah kamu berfikir bahwa kamu terlalu jahat? -Dyfari-

Tired

Mata Sebuah kata yang terucap lewat mulut, Sebuah kata yang didengar oleh telinga, Tapi kenapa mata yang harus menyampaikan? Bukankah mata diciptakan untuk melihat? Kenapa lewat mata bisa menyampaikan kata-kata yang tak terucap? Kenapa mata bisa menyampaikan rasa sakit yang telah didengar oleh telinga? Kenapa tidak mulut mengucapkannya sendiri? Kenapa harus mata? Tidak kah mata lelah menjadi alat penyampaian terakhir ketika mulut tidak dapat berucap? Tidak kah mata lelah menjadi alat penampungan semua rasa sakit? -Dyfari-